© 2024 Beautylatory

June 11, 2026 Cerita di Balik Produk

Saat Formula Harus Tetap Relevan Setelah Tren Berubah

Formula yang bertahan lama biasanya dibangun berdasarkan kebutuhan kulit yang fundamental sehingga tetap relevan meskipun tren kosmetik terus berubah.

Written By

Eva Evilia & Liora Maheswari
4 min read
1 views
Saat Formula Harus Tetap Relevan Setelah Tren Berubah
Tren bisa datang dan pergi dalam hitungan bulan. Namun, sebuah formula sering diharapkan tetap digunakan dan dipercaya selama bertahun-tahun.

Dalam industri skincare, perubahan tren terjadi sangat cepat. Hari ini konsumen membicarakan satu bahan aktif tertentu, beberapa bulan kemudian perhatian berpindah ke teknologi baru yang dianggap lebih modern. Media sosial, perkembangan riset, dan strategi pemasaran membuat siklus tren bergerak jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

Bagi formulator, kondisi tersebut menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Mereka tak hanya membuat produk untuk kebutuhan pasar saat ini, tetapi juga harus memikirkan bagaimana formula tersebut tetap terasa relevan ketika tren yang sedang populer mulai memudar. Sebuah produk yang terlalu bergantung pada tren tertentu berisiko kehilangan daya tarik ketika perhatian konsumen bergeser ke arah lain.

Karena itu, pengembangan produk sering melibatkan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar apa yang sedang populer hari ini. Formulator juga harus mempertimbangkan apakah sebuah formula masih memiliki nilai ketika tren berikutnya datang menggantikannya.

Tren Dapat Berubah Lebih Cepat daripada Siklus Produk
Salah satu realitas dalam industri kosmetik adalah bahwa umur tren sering kali lebih pendek dibanding umur sebuah produk. Sebuah bahan aktif bisa menjadi perbincangan besar selama satu atau dua tahun, tetapi produk yang menggunakannya mungkin dirancang untuk bertahan jauh lebih lama di pasar.

Dalam Blueprint of Trust, Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menggambarkan kualitas yang berkelanjutan sebagai kemampuan mempertahankan kepercayaan meskipun lingkungan di sekitarnya terus berubah. Gagasan ini sangat relevan dalam formulasi karena produk yang baik tidak hanya harus menarik saat diluncurkan, tetapi juga harus tetap bermakna ketika antusiasme awal mulai mereda.

Contoh sederhana dapat dilihat pada berbagai bahan aktif yang pernah mengalami masa popularitas luar biasa. Ketika tren sedang berada di puncaknya, banyak produk berlomba-lomba menonjolkan bahan tersebut sebagai nilai utama. Namun setelah perhatian pasar bergeser, hanya produk yang memiliki fondasi formulasi kuat yang tetap bertahan dan digunakan konsumen.

Profesor Marc Pissavini
dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014] mengemukakan bahwa keberhasilan jangka panjang sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kebaruan, tetapi juga oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan pengguna secara konsisten. Karena itu, banyak formulator memilih membangun formula berdasarkan kebutuhan kulit yang relatif stabil dibanding mengikuti setiap perubahan tren yang muncul.

Hal seperti ini membuat keputusan formulasi sering jauh lebih konservatif daripada yang dibayangkan konsumen. Bukan karena industri menolak inovasi, tetapi karena tidak semua tren memiliki nilai yang cukup kuat untuk bertahan dalam jangka panjang.


Relevansi Dibangun dari Kebutuhan, Bukan Popularitas
Ketika sebuah tren muncul, godaan untuk segera mengikutinya memang sangat besar. Tren menawarkan perhatian, percakapan, dan peluang pemasaran yang menarik. Namun dari sudut pandang pengembangan produk, popularitas belum tentu identik dengan kebutuhan yang benar-benar penting bagi pengguna.

Dalam The Anatomy of Quality, Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa kualitas dibangun melalui keputusan yang mempertimbangkan konsistensi dan keberlanjutan, bukan hanya respons terhadap kondisi sesaat. Prinsip tersebut membantu menjelaskan mengapa sebagian formula tetap dipertahankan meskipun tren di sekitarnya terus berubah.

Contoh nyata dapat dilihat pada produk yang berfokus pada hidrasi, kenyamanan kulit, atau dukungan terhadap skin barrier. Topik-topik tersebut mungkin tidak selalu menjadi tren paling ramai setiap tahun. Namun, kebutuhan dasar kulit terhadap hidrasi dan perlindungan relatif tidak berubah. Karena itu, formula yang dibangun di atas kebutuhan fundamental sering memiliki umur yang lebih panjang dibanding produk yang hanya bertumpu pada popularitas sesaat.

Pakar pemasaran Marty Neumeier dalam buku The Brand Gap [2006] menulis bahwa kepercayaan dibangun melalui konsistensi pengalaman dari waktu ke waktu. Dalam konteks formulasi, hal ini berarti produk yang tetap mampu menjawab kebutuhan pengguna akan lebih mudah bertahan dibanding produk yang hanya mengandalkan momentum tren.

Hal yang menarik adalah bahwa banyak produk yang dianggap klasik saat ini dulunya juga pernah menjadi inovasi baru. Perbedaannya, mereka berhasil melampaui status sebagai tren dan berkembang menjadi solusi yang tetap relevan meskipun pasar terus berubah. Kemampuan seperti inilah yang sering menjadi tujuan utama dalam pengembangan formula jangka panjang.

Saat formulator berusaha menjaga relevansi sebuah produk setelah tren berubah, yang mereka kejar bukan sekadar umur panjang di pasar. Mereka sedang mencoba memastikan bahwa formula tersebut tetap memiliki alasan untuk digunakan, bahkan ketika dunia di sekitarnya sudah berbicara tentang hal yang berbeda. Itulah sebabnya produk yang benar-benar bertahan biasanya dibangun di atas kebutuhan yang lebih dalam daripada sekadar popularitas sementara. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Tags: #formulasi produk #pengembangan skincare #cerita di balik produk #kualitas produk #tren kosmetik

Beauty Bot

Personal Beauty Advisor