Semakin sederhana sebuah formula, semakin mudah dipahami dan dikelola. Namun semakin fleksibel sebuah formula, semakin besar kemampuannya menjawab kebutuhan pengguna yang beragam.
Dalam dunia skincare, kesederhanaan sering memiliki daya tarik tersendiri. Formula yang ringkas, mudah dipahami, dan tidak terlalu banyak komponen biasanya memberi kesan lebih bersih dan lebih fokus. Di sisi lain, konsumen juga memiliki kebutuhan yang semakin beragam sehingga produk dituntut mampu bekerja dalam berbagai kondisi kulit dan kebiasaan penggunaan.
Situasi tersebut membuat formulator sering berada di persimpangan yang menarik. Mereka harus menentukan apakah sebuah produk akan dibangun dengan pendekatan yang sangat sederhana atau diberi fleksibilitas lebih besar agar dapat mengakomodasi lebih banyak kebutuhan pengguna. Pilihan ini tidak selalu mudah karena masing-masing pendekatan membawa keuntungan dan tantangan tersendiri.
Akibatnya, proses formulasi sering menjadi latihan mencari keseimbangan. Tujuannya bukan memilih mana yang paling benar, melainkan menemukan titik yang paling sesuai dengan tujuan produk yang sedang dikembangkan.
Kesederhanaan Membantu Menjaga Fokus Formula
Banyak formulator menyukai pendekatan yang sederhana karena membuat fungsi produk menjadi lebih jelas. Ketika jumlah komponen dan tujuan formulasi tidak terlalu banyak, proses pengembangan, pengujian, dan pengendalian kualitas biasanya menjadi lebih mudah dilakukan.
Dalam The Anatomy of Quality, Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa kualitas yang baik lahir dari sistem yang dapat dipahami dan dikendalikan secara konsisten. Prinsip tersebut sering mendorong tim pengembangan untuk menghindari kompleksitas yang tidak benar-benar diperlukan dalam sebuah formula.
Contoh sederhana dapat dilihat pada produk yang dirancang dengan satu tujuan utama, misalnya membantu menjaga hidrasi kulit. Dengan fokus yang jelas, formulator dapat mengoptimalkan berbagai aspek formula untuk mendukung fungsi tersebut tanpa harus terlalu banyak berkompromi dengan tujuan lain yang berbeda.
Profesor Marc Pissavini dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014] mengemukakan bahwa setiap komponen tambahan dalam formulasi berpotensi menambah kompleksitas interaksi di dalam sistem. Karena itu, kesederhanaan sering membantu meningkatkan prediktabilitas dan konsistensi sebuah produk.
Namun kesederhanaan juga memiliki keterbatasan. Ketika kebutuhan pengguna semakin beragam, formula yang terlalu fokus pada satu kondisi tertentu kadang menjadi kurang fleksibel untuk menjawab variasi kebutuhan yang muncul di lapangan.
Fleksibilitas Membantu Produk Hidup di Dunia Nyata
Di sisi lain, pengguna tidak hidup dalam kondisi yang seragam. Ada yang berada di lingkungan ber-AC sepanjang hari, ada yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, dan ada pula yang memiliki karakteristik kulit yang berbeda-beda. Realitas seperti ini membuat fleksibilitas menjadi aspek yang penting dalam banyak pengembangan produk modern.
Menurut Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. dalam Blueprint of Trust, kepercayaan dibangun melalui kemampuan sebuah sistem memberikan pengalaman yang relevan dalam berbagai situasi penggunaan. Gagasan tersebut juga berlaku dalam formulasi. Produk yang mampu tetap nyaman digunakan oleh berbagai pengguna sering memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.
Contoh nyata dapat dilihat pada produk yang dirancang untuk mendukung berbagai kondisi kulit tanpa terasa terlalu berat maupun terlalu ringan. Untuk mencapai keseimbangan tersebut, formulator sering perlu menambahkan berbagai mekanisme pendukung yang membuat formula menjadi lebih kompleks dibanding pendekatan yang sangat sederhana.
Pakar formulasi kosmetik Perry Romanowski dalam buku Beginning Cosmetic Chemistry [2022] menjelaskan bahwa pengembangan produk sering melibatkan kompromi antara optimalisasi dan fleksibilitas. Formula yang sangat optimal untuk satu kondisi belum tentu memberikan pengalaman yang sama baiknya pada kondisi lain.
Hal seperti ini membuat keputusan formulasi tidak pernah sesederhana menambahkan atau mengurangi bahan tertentu. Formulator harus memikirkan bagaimana produk akan digunakan oleh manusia yang memiliki kebiasaan, lingkungan, dan kebutuhan yang sangat beragam.
Ketika formulator memilih antara kesederhanaan dan fleksibilitas, yang dipertaruhkan bukan hanya struktur formula. Mereka sedang menentukan bagaimana produk akan hidup setelah meninggalkan laboratorium dan bertemu dengan pengguna nyata. Karena itu, banyak formula yang terlihat sederhana di permukaan sebenarnya lahir dari pertimbangan yang panjang mengenai keseimbangan antara fokus, kenyamanan, dan kemampuan beradaptasi terhadap dunia yang tidak pernah benar-benar seragam. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.