Dalam dunia skincare, produk dengan formula sederhana sering dianggap lebih mudah dibuat. Ketika teksturnya ringan, daftar bahannya tidak terlalu panjang, dan klaimnya terlihat sederhana, muncul anggapan bahwa proses pengembangannya juga tidak terlalu rumit. Padahal kenyataannya sering justru sebaliknya.
Dalam proses formulasi, produk yang memiliki banyak bahan aktif kadang terasa lebih mudah terlihat menarik. Daftar bahan yang panjang memberi kesan produk tersebut 'lengkap' dan penuh fungsi. Namun ketika formulasi dibuat lebih sederhana, setiap komponen harus bekerja dengan sangat presisi.
Contoh nyata yang cukup sering terjadi adalah formulasi moisturizer ringan untuk penggunaan harian. Secara teori produknya terlihat sederhana karena hanya fokus pada hidrasi dan kenyamanan kulit. Namun untuk mencapai tekstur yang ringan tanpa terasa lengket, tidak mudah membuat kulit cepat kering, dan tetap stabil dalam berbagai kondisi penyimpanan membutuhkan banyak penyesuaian kecil.
Karena itu, produk yang terlihat ringan dan sederhana sering melalui banyak revisi sebelum benar-benar dianggap siap. Perubahan kecil pada persentase bahan, tekstur, atau sistem emulsi dapat mengubah pengalaman penggunaan secara signifikan. Hal seperti ini membuat proses pengembangannya menjadi jauh lebih panjang dibanding yang terlihat dari luar.
Salah satu tantangan terbesar dalam membuat formula sederhana adalah menentukan apa yang tidak perlu dimasukkan. Banyak bahan terlihat menarik secara teori, tetapi tidak semuanya benar-benar membantu arah produk. Formulator sering harus memilih antara membuat formula terlihat 'lengkap' atau menjaga pengalaman penggunaan tetap nyaman dan jelas.
Dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014], Profesor Marc Pissavini menjelaskan bahwa formulasi kosmetik yang baik membutuhkan keseimbangan antara performa dan pengalaman penggunaan. Produk yang terlalu penuh fungsi sering kehilangan kenyamanan dalam penggunaan harian, meskipun terlihat sangat menarik di atas kertas.
Keputusan seperti ini sering tidak terlihat oleh pengguna. Yang tampak hanya hasil akhir berupa produk yang terasa ringan, nyaman, dan 'tidak terlalu ramai' di kulit. Padahal di belakangnya ada banyak proses memilih, mengurangi, dan menyesuaikan formula agar tetap seimbang.
Pengembangan produk sederhana akhirnya bukan tentang membuat formula sesedikit mungkin. Prosesnya lebih tentang memastikan setiap bagian benar-benar memiliki alasan untuk tetap berada di dalam formula. Karena itu, produk yang terlihat sederhana sering justru membutuhkan waktu paling panjang untuk benar-benar selesai dikembangkan. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]