© 2024 Beautylatory

May 26, 2026 Cerita di Balik Produk

Kenapa Tekstur Produk Bisa Mengubah Cara Orang Memakai Skincare?

Tekstur produk memengaruhi kenyamanan dan konsistensi penggunaan sehingga ikut menentukan bagaimana seseorang menjalani rutinitas skincare sehari-hari.

Written By

Eva Evilia & Liora Maheswari
3 min read
2 views
Kenapa Tekstur Produk Bisa Mengubah Cara Orang Memakai Skincare?
Formula tak hanya bekerja lewat bahan aktifnya. Cara produk terasa di kulit juga ikut menentukan apakah seseorang akan terus menggunakannya atau tidak.

Dalam dunia skincare, perhatian sering tertuju pada kandungan dan klaim produk. Banyak orang membandingkan persentase bahan aktif, fungsi formula, atau hasil yang dijanjikan tanpa terlalu memikirkan bagaimana produk terasa saat digunakan. Padahal dalam praktik sehari-hari, tekstur sering menjadi salah satu alasan paling besar kenapa sebuah produk dipakai terus atau justru ditinggalkan.

Tekstur memengaruhi pengalaman pengguna sejak detik pertama produk menyentuh kulit. Rasa lengket, terlalu berat, terlalu licin, atau sulit menyerap dapat mengubah hubungan seseorang dengan rutinitas skincare secara keseluruhan. Karena itu, formulasi tekstur sering menjadi bagian yang jauh lebih penting dibanding yang terlihat dari luar.

Hal seperti ini membuat pengembangan produk tidak hanya berbicara soal efektivitas bahan. Formulator juga harus memahami bagaimana tekstur memengaruhi kebiasaan dan kenyamanan pengguna dalam kehidupan sehari-hari.

Tekstur Menentukan Apakah Produk Akan Dipakai Konsisten
Dalam proses formulasi, dua produk dengan fungsi serupa bisa memberi pengalaman penggunaan yang sangat berbeda hanya karena teksturnya tidak sama. Produk dengan hidrasi baik misalnya, belum tentu nyaman digunakan jika terasa terlalu berat atau terlalu lengket di kulit.

Dermatolog Dr. Zoe Draelos dalam buku Cosmetic Dermatology: Products and Procedures [2015] menjelaskan bahwa pengalaman sensorik memiliki pengaruh besar terhadap kepatuhan penggunaan produk kosmetik. Pengguna cenderung lebih konsisten memakai produk yang terasa nyaman meskipun hasilnya berjalan perlahan dibanding produk efektif yang terasa mengganggu setiap hari.

Contoh nyata yang cukup sering terjadi adalah penggunaan moisturizer dengan tekstur terlalu kaya di iklim tropis. Secara fungsi produk tersebut mungkin sangat baik untuk menjaga hidrasi. Namun ketika terasa terlalu berat dan membuat wajah cepat berminyak, pengguna mulai mengurangi frekuensi pemakaian atau berhenti menggunakannya sama sekali.

Hal seperti ini menunjukkan bahwa tekstur tidak hanya soal preferensi kecil. Cara produk terasa di kulit ikut menentukan apakah rutinitas terasa realistis untuk dijalankan terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari.

Formula yang Nyaman Membentuk Hubungan dengan Produk
Tekstur juga memengaruhi bagaimana pengguna memandang sebuah produk secara emosional. Produk yang terasa ringan, cepat menyerap, dan nyaman dipakai sering memberi kesan lebih “bersahabat” dibanding formula yang terasa terlalu rumit atau terlalu berat digunakan rutin.

Profesor Marc Pissavini dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014] menjelaskan bahwa pengalaman penggunaan merupakan bagian penting dari keberhasilan formulasi kosmetik. Produk tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari bagaimana pengguna merasa saat memakai formula tersebut setiap hari.

Contoh sederhana dapat dilihat pada serum dengan tekstur ringan yang mudah dilapisi dengan produk lain. Pengguna biasanya merasa rutinitas menjadi lebih praktis dan tidak melelahkan. Sebaliknya, produk yang terlalu lengket atau sulit menyerap sering membuat rutinitas terasa lebih berat meskipun hasil formulanya sebenarnya cukup baik.

Hal lain yang cukup menarik adalah bagaimana tekstur juga memengaruhi jumlah penggunaan produk. Formula yang terasa nyaman biasanya digunakan lebih konsisten dan dalam jumlah yang cukup. Sebaliknya, produk dengan rasa kurang nyaman sering dipakai terlalu sedikit atau terlalu jarang sehingga hasil akhirnya ikut berubah.

Situasi seperti ini membuat tekstur menjadi bagian penting dalam proses formulasi. Produk tidak hanya harus bekerja secara teknis, tetapi juga harus terasa cukup nyaman untuk hidup berdampingan dengan rutinitas pengguna sehari-hari. Karena itu, tekstur sering menjadi alasan tersembunyi kenapa sebuah produk bertahan lama atau perlahan ditinggalkan pengguna. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Tags: #pengalaman pengguna #cerita produk #formulasi skincare #cosmetic science #tekstur produk

Beauty Bot

Personal Beauty Advisor