Dalam dunia skincare, formulasi sering terlihat seperti proses mencari bahan terbaik sebanyak mungkin. Semakin panjang daftar bahan aktif, semakin muncul kesan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang tinggi. Padahal dalam praktik pengembangan produk, proses paling sulit sering justru terjadi saat menentukan apa yang harus dilepas dari formula.
Dalam tahap pengembangan produk, banyak formula awal terlihat sangat meyakinkan di atas kertas. Berbagai active ingredients dimasukkan untuk menjawab banyak kebutuhan sekaligus, mulai dari hidrasi, brightening, barrier support, hingga efek menenangkan kulit. Secara teori, formula seperti ini terasa lengkap dan sangat menarik.
Di buku Cosmetic Dermatology: Products and Procedures [2015], dermatolog Dr. Zoe Draelos menjelaskan bahwa keberhasilan formulasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bahan aktif, tetapi juga oleh kemampuan formula menjaga kenyamanan dan stabilitas penggunaan jangka panjang. Formula yang terlalu kompleks sering kehilangan keseimbangan dalam pengalaman penggunaannya.
Contoh nyata yang cukup sering terjadi adalah penggunaan terlalu banyak active ingredients dengan fungsi serupa dalam satu formula. Awalnya produk terlihat lebih 'powerful', tetapi kulit justru menjadi lebih sensitif atau lebih sulit beradaptasi. Dalam situasi seperti ini, mengurangi bahan tertentu sering menjadi keputusan yang lebih masuk akal dibanding terus menambah fungsi baru.
Mengurangi untuk Menjaga Arah Formula
Proses menghilangkan bahan dari formula sering menjadi keputusan yang cukup emosional dalam pengembangan produk. Ada bahan yang secara fungsi sangat baik, tetapi tidak sesuai dengan arah produk yang ingin dibangun. Ada juga bahan yang sebenarnya efektif, tetapi membuat formula menjadi terlalu agresif untuk penggunaan harian.
Contoh sederhana dapat dilihat pada formula yang awalnya memiliki tekstur sangat kaya demi memberi hidrasi maksimal. Saat diuji lebih lanjut, formula tersebut justru terasa terlalu berat untuk banyak kondisi kulit tropis. Pengurangan beberapa komponen akhirnya membuat tekstur menjadi lebih ringan dan lebih realistis digunakan sehari-hari.