Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai negativity bias, yaitu kecenderungan otak untuk memberi bobot lebih besar pada informasi negatif dibanding positif. Dalam konteks perawatan kulit, satu kejadian negatif dapat memengaruhi persepsi terhadap keseluruhan produk, meskipun sebagian besar pengalaman pengguna sebenarnya positif.
Pengalaman Negatif Lebih Kuat dalam Memori
Salah satu alasan kita lebih mengingat produk yang mengecewakan adalah efek emosional yang ditimbulkan. Ketidaknyamanan kulit atau iritasi memicu respon emosional yang lebih kuat daripada sensasi nyaman atau hidrasi stabil yang dirasakan selama beberapa minggu. Hal ini membuat otak menyimpan pengalaman tersebut lebih lama dan lebih mudah diakses saat menilai produk di masa depan.
Profesor Daniel Kahneman dalam buku Thinking, Fast and Slow [2011] menjelaskan bahwa otak manusia cenderung memprioritaskan informasi yang bisa mengancam atau menimbulkan risiko. Dalam konteks skincare, reaksi kulit yang negatif dianggap sebagai sinyal risiko sehingga memori tentang produk tersebut lebih kuat dibanding reaksi positif.
Contoh nyata terlihat ketika seseorang menggunakan serum baru dan kulitnya mengalami sedikit iritasi. Meskipun sebagian besar formula bekerja baik dan memberikan hidrasi, pengalaman negatif tersebut cenderung lebih diingat dan membentuk penilaian awal terhadap produk. Sebaliknya, manfaat yang terjadi secara bertahap sering terabaikan atau hanya dianggap biasa saja.
Dampak Terhadap Perilaku Konsumen
Kecenderungan mengingat pengalaman negatif lebih kuat ini memengaruhi cara pengguna mengambil keputusan. Produk yang mengecewakan sering langsung dicap gagal dan diganti, sementara produk yang berhasil memberikan hasil stabil kadang kurang diapresiasi. Akibatnya, konsumen lebih sering beralih antarproduk, mencari solusi baru, dan mungkin tidak memberi kesempatan bagi kulit untuk beradaptasi dengan formula yang sedang digunakan.
Salah satu cara untuk mengurangi dampak negativity bias adalah dengan mencatat kemajuan kulit secara sistematis. Mengamati perbaikan kecil, mencatat kondisi kulit dari minggu ke minggu, dan fokus pada manfaat yang konsisten dapat membantu menyeimbangkan persepsi. Dengan demikian, pengalaman positif yang sebelumnya mudah terabaikan mulai mendapatkan perhatian yang sama dengan pengalaman negatif.