© 2024 Beautylatory

September 11, 2026 Cerita di Balik Produk

Bagaimana Tim Formulasi Menentukan Prioritas dalam Sebuah Produk

Tim formulasi menentukan prioritas produk dengan memahami kebutuhan pengguna, memilih fungsi utama, dan menjaga keseimbangan antara manfaat, stabilitas, serta kenyamanan penggunaan.

Written By

Eva Evilia & Liora Maheswari
4 min read
0 views
Bagaimana Tim Formulasi Menentukan Prioritas dalam Sebuah Produk
Formula yang baik bukan hasil dari memasukkan sebanyak mungkin manfaat. Justru tantangan terbesar formulator adalah menentukan mana yang harus menjadi fokus utama.

Dalam dunia skincare, konsumen sering melihat sebuah produk dari banyaknya manfaat yang ditawarkan. Satu produk dapat memiliki klaim membantu mencerahkan, melembapkan, memperbaiki skin barrier, menjaga elastisitas, hingga melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan. Semakin banyak manfaat yang disebutkan, semakin lengkap pula produk tersebut terlihat.

Namun dari sisi formulasi, membuat sebuah produk bukan tentang memasukkan semua kemungkinan manfaat ke dalam satu kemasan. Tim formulasi harus menentukan prioritas agar formula tetap memiliki arah yang jelas, stabil, nyaman digunakan, dan mampu memberikan pengalaman yang konsisten.

Keputusan tersebut menjadi salah satu bagian paling penting dalam proses pengembangan produk. Sebuah formula yang baik bukan hanya menjawab pertanyaan "apa yang bisa ditambahkan?", tetapi juga "apa yang paling dibutuhkan dan harus dipertahankan?"

Menentukan Masalah Utama Sebelum Memilih Bahan
Sebelum memilih bahan, tim formulasi biasanya harus memahami tujuan utama sebuah produk. Siapa pengguna yang dituju? Kondisi kulit apa yang ingin dibantu? Pengalaman seperti apa yang ingin diberikan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi dasar sebelum formula mulai dikembangkan.

Dalam The Cosmetic Code, proses pengembangan kosmetik dijelaskan sebagai perjalanan menerjemahkan ide menjadi produk melalui pendekatan formulasi, teknologi, inovasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Artinya, bahan bukan menjadi titik awal, melainkan bagian dari solusi yang dipilih setelah tujuan produk sudah jelas.

Contoh sederhana dapat dilihat pada produk hidrasi. Jika tujuan utama produk adalah membantu kulit terasa nyaman dan lembap, maka formulator harus mempertimbangkan bahan yang mendukung fungsi tersebut. Menambahkan terlalu banyak bahan dengan tujuan berbeda dapat membuat formula semakin kompleks tanpa selalu meningkatkan manfaat yang dirasakan pengguna.

Hal serupa terlihat pada Lumibiome Radiance Duo. Produk ini dikembangkan dengan konsep bahwa kondisi kulit dapat berubah setiap hari sehingga pengguna membutuhkan fleksibilitas. Karena itu, prioritas formulanya bukan sekadar menambahkan banyak bahan aktif, tetapi menciptakan kombinasi dua formula yang dapat disesuaikan melalui penggunaan serum dan cream berdasarkan kondisi kulit.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa keputusan formulasi selalu dimulai dari kebutuhan. Bahan hanyalah alat untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.
Prioritas Membantu Menjaga Keseimbangan Formula
Setelah tujuan utama ditentukan, tim formulasi masih harus mempertimbangkan berbagai aspek lain. Formula harus tetap stabil, nyaman digunakan, dapat diproduksi secara konsisten, dan sesuai dengan pengalaman yang diharapkan pengguna.

Dalam The Anatomy of Quality, kualitas sebuah produk dibangun melalui kemampuan sistem menghasilkan produk yang konsisten dan dapat dipercaya. Prinsip ini membuat formulator tidak hanya memikirkan manfaat, tetapi juga bagaimana setiap keputusan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Contoh nyata dapat dilihat ketika sebuah produk ingin memiliki banyak manfaat sekaligus. Secara konsep, memasukkan banyak bahan aktif mungkin terlihat menarik. Namun formulator harus memastikan setiap komponen tidak saling mengganggu, tetap stabil, dan tidak membuat pengalaman penggunaan menjadi kurang nyaman.

Profesor Marc Pissavini dalam buku Handbook of Cosmetic Science and Technology [2014] menjelaskan bahwa keberhasilan formulasi kosmetik membutuhkan keseimbangan antara efektivitas, stabilitas, dan penerimaan pengguna. Formula yang terlalu fokus pada satu aspek dapat kehilangan keseimbangan pada aspek lainnya.

Hal menarik lainnya adalah bahwa keputusan untuk tidak memasukkan sesuatu juga menjadi bagian dari proses formulasi. Ada bahan yang secara teori memiliki manfaat baik, tetapi tidak dipilih karena tidak sesuai dengan prioritas produk. Mengurangi kompleksitas terkadang justru menjadi keputusan yang membantu menghasilkan formula lebih kuat.

Karena itu, pekerjaan tim formulasi bukan sekadar mencari sebanyak mungkin hal yang dapat dimasukkan ke dalam produk. Tantangan sebenarnya adalah memilih hal-hal yang paling bermakna bagi pengguna. Formula yang baik lahir dari kemampuan menentukan prioritas, menjaga keseimbangan, dan memastikan setiap keputusan memiliki alasan yang jelas. [][Eva Evilia & Liora Maheswari/BTL]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi.
Tags: #formulasi produk #pengembangan skincare #kualitas kosmetik #cerita di balik produk #prioritas formula

Beauty Bot

Personal Beauty Advisor